Selamat Datang di Blog SMPN 14 Bandar Lampung SMP NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG

Selasa, 06 Oktober 2026


PERAN PELATIH PEMBINA PRAMUKA SEBAGAI KONSULTAN MANAJEMEN KEPRAMUKAAN

 DI GUGUS DEPAN

 

OLEH

WASIAT ,SPd.MM.Pd

KWARTIR CABANG

GERAKAN PRAMUKA KOTA BANDAR LAMPUNG

2026


PERAN PELATIH PEMBINA PRAMUKA SEBAGAI KONSULTAN MANAJEMEN KEPRAMUKAAN DI GUGUS DEPAN

ABSTRAK

Pramuka adalah merupakan Gerakan Pendidikan, dan bukan organisasi ekstrakulikuler biasa, organisasi ini teratur dan terstruktusr dari pusat sampai dengan tingkat yang paling rendah yaitu Gugus Depan. Gugus Depan (Gudep) merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka. Keberhasilan pembinaan di Gudep sangat ditentukan oleh kualitas manajemennya. Namun faktanya, banyak Gudep yang dikelola secara apa adanya, tanpa perencanaan yang sistematis. Hal ini dapat  disebabkan karena gugus depan belum memiliki  tenaga tenaga baik Kamabigus, Ketua Gugus Depan serta  pembina pembinanya  belum memahami aturan gerakan pramuka,belum memiliki ketrampilan dalam pengelolaan administrasi maupun ketrampilan dalam membina Pramuka. Sehingga kegiatan keparamukaan dilaksanakan dengan apa adanya. Di sinilah peran Pelatih Pembina Pramuka menjadi krusial, tidak hanya sebagai pengajar di Kursus, tetapi sebagai konsultan manajemen kepramukaan. Sehingga kegiatan kepramukaan dapat terlaksana sesuai dengan aturan aturan yang berlaku dan  dapat terwujud Gugus Depan yang tertib, maju, dan berprestasi.

 

A. PENDAHULUAN

Gugus Depan adalah satuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka tempat berkumpulnya peserta didik dari berbagai golongan, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Secara ideal, Gugus Depan  seharusnya menjadi laboratorium pendidikan karakter yang dinamis. Namun dalam realitas di lapangan, kita sering menemukan fenomena Gugus Depan  yang hidup segan mati tak mau. Kegiatannya hanya upacara bendera, latihan tidak rutin, administrasi berantakan, pembina berganti-ganti tanpa kaderisasi, dan tidak memiliki Rencana Kerja tahunan. Permasalahan tersebut pada dasarnya bukan karena kurangnya semangat pembina, melainkan karena lemahnya manajemen Gugus Depan  . Selama ini banyak pembina yang memahami Pramuka hanya sebagai kegiatan baris-berbaris dan tali-temali, padahal Pramuka adalah sebuah sistem pendidikan yang memerlukan manajemen yang modern. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga menegaskan bahwa pengelolaan Gudep Gugus Depan  harus dilakukan secara profesional. Untuk mencapai itu, Gudep membutuhkan pendamping yang memiliki kompetensi lebih tinggi. Itulah Pelatih Pembina Pramuka .Selama ini persepsi umum tentang Pelatih adalah orang yang tugasnya hanya melatih di Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Padahal dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pusdiklat, peran pelatih jauh lebih luas. Salah satu peran strategis yang sering terlupakan adalah sebagai Konsultan Manajemen Kepramukaan di Gudep. Pelatih harus menjadi dokter organisasi yang mampu mendiagnosis penyakit manajemen Gudep dan memberikan resep penyembuhannya.
Secara etimologi, konsultan adalah seorang ahli yang memberikan nasihat profesional. Jika di dunia bisnis ada konsultan manajemen, maka di dunia kepramukaan ada Pelatih Pembina Pramuka sebagai konsultan manajemen. Perbedaan mendasar antara pembina dan pelatih adalah pada level berpikirnya. Pembina berpikir tentang bagaimana membina peserta didik hari ini. Sedangkan pelatih berpikir tentang bagaimana membina pembina agar mampu membina peserta didik dengan lebih baik untuk jangka panjang. Oleh karena itu, pelatih tidak boleh intervensi langsung membina peserta didik di Gudep, melainkan membina sistemnya. Peran penulis sebagai pelatih  sebagai konsultan ini bersifat non-struktural dan non-instruktif. Artinya penulis sebagai pelatih  tidak menjadi Ketua Gudep, tidak mengambil alih keputusan, tetapi hadir sebagai mitra kritis yang memberikan pertimbangan, alternatif solusi, dan pendampingan.
 
B. PEMBAHASAN

Sebagai anggota Pramuka kita selalu berusaha agar Pendidikan Kepramukaan dapat terus berjalan dengan dan berkembang sehingga terus dapat membantu mendidik ,membina . serta melatih adik adik  kita menjadi pemuda yang cerdas ,disiplin berani trampil dan berkarakter yang baik, sehingga dapat mendudung terwujudnya generasi emas tahun 2045. Untuk itu penulis terus berusaha tidak hanya menjadi pembina, pelatih dan konsultan tidak hanya di Gugus depan penulis tetapi juga digugus depan gugus depan yang lain melalui kegiatan pendidikan pelatihan, musyawarah serta kegiatan kegiatan yang lain yang dilakukan oleh kwarting cabang kepada anggota Pramuka muda  maupun anggota dewasa. Berikut adalah beberapa kegiatan penulis.

1.     Aktititas penulis sebagai pelatih sekaligus kamabigus
Dalam tugas sehari hari penulis sebagi guru yang di tugaskan menjadi kepala sekolah, yang otomatis menjadi kamabigus.Berdasarkan Ad/ART gerakanPramuka penulis memberikan dukungan agar gugus depan dapat aktif. Penulis juga memberikan masehat nasehat kepada ketua Gugus depan serta para pembina agar dapat mengeloa gugus depan denganbaik sesuai dengan aturan yang berlaku Penulis sebagi kamabigus dan juga sebagai pelatih senantiasa memberikan pemahamn tentang pentingnya Pramuka kepada guru, arang tua dan peserta didik. Penulis sebagai kamabigus juga berusaha untuk menfasilitasi berupa penyediaan sarana prasaran , penyediaan tempat dan waktu untuk kegiatan pramuka di Gugus Depan .
Selain itu juga menyediakan anggaran untuk pengadaan sarana prasarana, mengikuti berbagi kegiatan latihan serta perlombaan .untuk meningkatkan kemampuan kompetensi pembina. Penulis juga menyarankan dan memfasilitasi agar para pembina mengikuti berbagi pelatiah, misalnya Kursus Mahir Dasar ,Kursus Mahir Lanjut. Karang Pamitran, Galang Ajar  dan lain sebagainya.
Penulis juaga sebagi penghubung antar Gugus Depan dengan Gugus Depan lain, Kwartir ranting, dan instanti instansi lain.

2.     Aktivitas penulis sebagai waka II Binawasa
Sebagai waka II tentunya penulis secara kolektif bersama pengurus kwarcab bertanggung jawab untuk terus bisa membawa Kwartir cabang melaksanakan kegiatan aktif bidang kepramukaan, membuat dan menyusun rencana kegiatan, meyusun rencan anggaran ,baik rencana kegiatan yang diadakan oleh Kwartir cabang  dan di ikuti oleh seluru anggota pramuka dari kawartir ranting maupun gugus gugus depan. Juga kegiatan untuk mengikuti atau turut serta mengikuti kegiatan dari laur seperting gugus depan, ranting , kwartir cabang lain , daerah maupun nasional .dalam kegiatan kegiatan penulis selalu ikut aktif dalam kegiatan .penulis sebagai pelatih dan Waka II binawasa. Maka kegiatan kegiatan penulis lebih fokus pada kegiatan orang dewasa

Adapun kegiatan umum tentang pembinaan orang dewasa seperti :

a.      Menyusun kegiatan KMD, KML, KPD.KML
b.     Menyusun kegiatan Orientasi Mabigus, Mabi,Pamong Saka Instruktur saka
c.      Pengelolaan Pusdilacab/Pusdikatran .
d.     Kursus Pamong saka
e.      Kursus pengelolaan Kwartir
f.      Serta program program sosial atau Pramuka peduli 

Setelah menyusun program kegiatan maka penulis bersama sama dengan pengurus lain berkoordinasi dan melaksanakan kegiatan kegiatan sesuai dengan rancana kegiatan tersebut.

3.     Aktifitas penulis sebagai Pelatih
Penulis mengikuti Kursus Dilkat Pelatih dasar pada tanggal 23 sampai dengan 28 september 2025, sehingga menyandang pelatih diawal bulan Oktober 2025. Akan tetapi karena penulis di Kwartit cabang kota Bandar Lampung  sebagai Waka II Binawasa , maka kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan orang dewasa di kwartir cabang selalu penulis ikuti. 

 

Adapaun kegian kegiatan tersebut adalah :

1. Tahun 2025, Penulis sebagai waka II Binawasa

No

Kegiatan

Tempat

Pencapaian Progja

Keterangan

1

2

2

3

4

 

Rapat Korps Pelatih Kwarcab Bandar Lampung

Ruang Pusdiklatcab Radin Inten

13 Januari 2025

20 Orang

 

Kmd Gol Siaga – Stkip Pgri

Samar Scout Camp

22-27 Februari 2025

120 Orang

 

Tc Karang Pamitran Daerah

Aula Kwarcab Kota Bandar Lampung

26 Juli 2025

30 Orang

 

Pelepasan Karang Pamitran Daerah Lampung Ke- Kwartir Daerah Lampung

Aula Kwarcab Kota Bandar Lampung

04 Agustus 2025

30 Orang

 

Perkemahan Karang Pamitran Daerah

Buper Pusdiklatda Intan Pura

04-08 Agustus 2025

24 Peserta

 

Kursus Orientasi Ka Mabigus Se- Kwarcab Kota Bandar Lampung

Gsg Karya Bakti Herman Hn

25-26 Agustus 2025

157 Peserta

 

Karang Pamitran Cabang Bagi Pembina(Bindam Jambore)

Bupercab Kota Bandar Lampung

27-30 Agustus 2025

200 Peserta

 

 

Kmd & Kml Kamabigus Sd/Mi, Smp/Mts Se Kota Bandar Lampung

Gsg Karya Bakti Herman Hn

15 – 21 September 2025

Kmd 103 Peserta,  Kml 59 Peserta

 

Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (Kpd)

Kota Bumi Udik Lampung Utara.

23-28 September 2025

1 Peserta

 

Kmd Guru / Pembina Sd/Mi, Smp/Mts Se Kota Bandar Lampung

Gedung Slb Darma Pertiwi Dharma Bakti – Kemiling

27 Okt- 02 Nov 2025

198 Peserta (Penggalng 150, Siaga 48)

 

Kmd Sako Sit Cab Kota Bandar Lampung

Smpit Auladina Indonesia

24-29  Desember 2025

58 Peserta

 

 2. Tahun 2026

No

Kegiatan

Tempat

Pencapaian Progja

Ketera ngan

1

2

3

4

5

 

Rapat Persiapan Kmd - Kml Ka. Mabigus Se Kota Bandar Lampung

Ruang Mabicab Kwarcab Kota Bandar Lampung

09 Januari 2026

Terlaksana

 

Visitasi Gudep

Smpn 11 Bandar Lampung

20-21 Februari 2026

Terlaksana

 

Visitasi Gudep

Sdn 4 Way Laga

20-21 Februari 2026

Terlaksana

 

Visitasi Gudep

Sman 1 Bandar Lampung

20-21 Februari 2026

Terlaksana

 

Visitasi Gudep

Smpn 22 Bandar Lampung

20-21 Februari 2026

Terlaksana

 

Kmd Stkip Pgri

Samar Scout Camp

07-12 April 2026

Terlaksana

 

Kpd Mandiri 2026

Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas)

16-22 Juni 2026

Partisipasi

 

Kpd mandiri 2026

Pusdiklatda

Juni 2026

Partisipasi

 

Pendadaran dan bimtek

Pusdiklatcab

Radin inten

Juni 2026

Menyesuaikan

 

Kmd-kml bagi pembina pramuka se kota bandar lampung

Bupercab sukohati ragom gawi

Juni  2026

Menyesuaikan

 

Pendadaran calon pembina mahir

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

17 – 24 juni  2026

Menyesuaikan

 

Pitaran pelatih

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

Juli 2026

Menyesuaikan

 

Pendidkan dan pelatihan intruktur muda (ppim)

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

September 2026

Menyesuaikan

 

Kmd-kml bagi pembina pramuka se kota bandar lampung

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

September 2026

Menyesuaikan

 

Karang pamitran cabang

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

28 september 2026

Menyesuaikan

 

Kemah gabungan organisasi wanita (gow)

Bupercab sukohati ragom gawi – kepayang

22 desember 2026

Menyesuaikan

 

Peran pelatih pada saat belum mengikuti Kursus Pelatih Dasar, memberikan arahan, pendampingan kepada panitia agar pelaksanaaan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan, selain itu juga memberikan semangat kepada peserta untuk terus belajar dan bersama sama berlatih agar dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Pelatih tidak memberikan materi pelatihan pada kegiatan Kursus mahir dasar dan Kursus Mahir lanjut, katena pada saat kegiatan tersebut berjalan penulis belum memiliki sertifiakat Kursus Pelatih dasar.
Setelah mengikuti Kursus Pelatih dasar. Maka  dalam Kegiatan Kusrsus Mahir Dasar dan Kursus mahir lanjut serta kegiatan yang lain , penulis diberikan kesempatan untuk memberikan materi kursus dengan bimbingan dan pendampingan dari pelatih lain yang lebih senior,
Bahkan pada saat kegiatan Kursus Mahir Dasar dan  Kursus Mahir Lanjut bagi pembina yang dilaksakan oleh Pusdiklat Kwartir Cabang kota Bndar Lampung  penilu ditunjuk menjadi Pinsus untuk Kursus mahir Dasar. Disinilah penulis bersama sama dengan panitia serta kapus Diklat, merancang kegiatan, membuat jadwal kegiatan, memilih para pemateri atau nara sumber,serta terus melaksanakan pemantauan agar seliruh peserta dapat mengikuti semua kegiatan yang telah di tetapkan. Dan akhirnya menyusun laporan
 
C. KESIMPULAN

Dari data data diatas dapat penulis simpulkan bahwa
  1. Kegiatan penulis  sebagai waka II Bina Wasa , sebelum mengikuti Kursus Petaih Dasar dan otomatis belum menjadi pelatih adalan melaksanakan kegiatan kegaiatan kepramukaan, baik sebagai kamabigus maupun sebagai Waka II Binawasa, mengkoordinir kegiatanPpramuka Dewasa , serta bekerjasama dengan Pusdiklat baik cabang, daerah ataupun nasional untuk melaksanakan kegiatan Kursus dan kegiatan lain
  2. Pada saat menjadi pelatih melaksanakan kegaiatan pelatihan serta kansul tasi konsultasi kepada para pembina, kamabigus dalam menjalankan kegiatan kegiatan Gugus Depan agar dapat berjalan sesuai dengan aturan Ad ART Pramuka.

D. PENUTUP

Dalam kegiatan Kepramukaan selama bertugas di SMP negeri 14 Bandar Lampung, penulis sebagai pembina bersama sama dengan pembina yang lain melaksanakan kegiatan kepramukaan , juga sebagi kamabigus yang berperan untuk terus mendukung kegiatan kegiatan Pramuka, selain itu penulis juga berperan sebagai konsultan yang memberikan masukan infomasi, saran kepada para pembina baik di GugusDepan  sekolah yang penulis pimpin maupun  juga kepada para pembina pembina pramuka di kwarcab kota bandar lampung, melaui berbagai kegiatan misalnya perkemahan, Kursus Mahir dasar, Kursus Mahir Lanjut dan lain lain, agar pembinaan Kepramukaan dapar berjalan dengan baik. 

Bandar Lampung,  Oktober 2026

Wasiat, S.Pd., M.M.Pd.

PERAN PELATIH PEMBINA PRAMUKA SEBAGAI KONSULTAN MANAJEMEN KEPRAMUKAAN DI GUGUS DEPAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar